Meningkatkan Sinergi Kesehatan: Lokakarya Mini Puskesmas Desa Pal 9 untuk Pencegahan Penyakit dan Promosi Kesehatan

Daerah88 Dilihat

SINARMETRO.COM | Kab Kubu Raya-Puskesmas Desa Pal 9 Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Lokakarya Mini Lintas Sektor di Balai Pertemuan Desa Pal 9.Senin(6/5/2024) Acara ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antar-sektor dalam upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya,Haji Marijan S Pd M Kes,serta Camat Sungai Kakap, Junaidi S Sos. Hadir pula Kepala Desa Pal 9, Marhasan, Kepala Puskesmas desa Pal 9, Yulianti, para ibu Kader Posyandu desa Pal 9, dan tokoh masyarakat dari Desa Pal 9.

Dalam lokakarya ini,ada tiga pembahasan utamanya meliputi penanganan kasus stunting, upaya eliminasi kasus Open Defecation Free (ODF), serta penanganan kasus Tuberculosis (TBC)di wilayah tersebut.

H.Marijan Kepala dinas kesehatan Kabupaten kubu raya kepada sejumlah awak media dia menjelaskan tujuan utama dari kegiatan lokakarya lintas sektor (Lokmin) yang bertujuan memperkuat pemahaman lintas sektor terhadap permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh dinas kesehatan dan puskesmas di wilayah tersebut.”Katanya.

Baca Juga  I Care, Kembangkan Kawasan Pertanian Padi dan Pisang

Poin utama yang disoroti adalah tingginya angka stunting di Kabupaten Kubu Raya, yang saat ini mencapai 25.4%. Dalam rencananya untuk tahun 2024, dinas kesehatan berkomitmen untuk menurunkan angka stunting menjadi 14%. Strategi ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting sebesar 11% dari angka awal”Ucapnya.

H.Marijan juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam program pemantauan pertumbuhan balita. Dengan target desa tertentu yang memiliki jumlah penduduk balita yang cukup tinggi, yaitu 48.072 balita, kehadiran balita dalam kegiatan penimbangan di posyandu, rumah sakit, atau puskesmas menjadi krusial guna mendeteksi masalah pertumbuhan balita secara dini.”Terangnya.

Selain itu, intervensi gizi selama tiga bulan diperlukan bagi balita yang mengalami masalah gizi. Upaya ini menuntut kolaborasi lintas sektor, termasuk peran dari pemerintah daerah dan berbagai lembaga terkait seperti pendidikan dan badan pembangunan daerah.”Ujarnya.

Dengan harapan melihat penurunan angka stunting yang signifikan pada tahun 2024, H. Marijan juga mengajak partisipasi aktif dari tingkat RT, RW, kepala desa, hingga camat untuk terlibat dalam mengatasi masalah lingkungan yang berpotensi menyebabkan penyakit seperti DBD. Penekanan pada kebersihan lingkungan diharapkan dapat mencegah penyebaran jentik-jentik nyamuk Aedes yang menjadi vektor utama penyakit DBD.”Tandanya.

Baca Juga  Peran TPID Sisi Batas Labuhan Untuk Pengendalian Inflasi di Aprresiasi KPW Bank Indonesia Pematangsiantar

Semua pihak diharapkan dapat saling berkolaborasi demi tercapainya tujuan penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh di Kabupaten Kubu Raya.”Pintanya.

Camat Sungai Kakap, Junaidi. S. Sos, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan Lokakarya Mini lintas sektor yang diselenggarakan oleh Puskesmas Desa Pal 9 di kantor desa tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas triwulanan Puskesmas, di mana setiap Puskesmas di kecamatan Sungai Kakap berkontribusi secara individu dalam menyusun solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan masyarakat.

Junaidi. S. Sos mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan 14 Kepala Desa yang turut serta dalam mengambil langkah-langkah konkret dalam penyelesaian masalah kesehatan.

Pada kesempatan ini, persoalan kesehatan seperti stunting, masalah ODF (Open Defecation Free), dan tuberkulosis (TBC) menjadi fokus pembahasan. Junaidi menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, melibatkan semua pihak terkait dari desa Pal 9, termasuk para kader seperti Pak RT, Pak RW, dan Pak Kepala Dusun.

Baca Juga  Sampah Berserakan Hingga Bahu Jalan Timbulkan Bau Tak Sedap, Warga Minta Segera di Tindaklanjuti

“Pendapat dan saran dari masing-masing kader sangat berharga dalam mengatasi masalah kesehatan di Desa Pal 9, terutama terkait dengan stunting, ODF, dan TBC. Solusi konkret akan segera dirumuskan oleh Puskesmas Pal 9 melalui pembentukan kelompok penimbangan baru, mengingat luasnya wilayah dan jumlah penduduk yang besar,” ujar Junaidi.

Langkah-langkah nyata termasuk program sanitasi dan edukasi tentang TBC akan dilakukan sebagai upaya pencegahan. Junaidi juga menyampaikan rencana ekspansi kegiatan serupa ke Puskesmas lain di wilayah, seperti Sungai Kakap, Sungai Rengas, dan Punggur.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pal 9, Yulianti, menyatakan kegembiraannya atas hasil Lokakarya Mini ini. Solusi untuk mendekatkan posyandu kepada balita melalui kelompok penimbangan di setiap RT sudah dirumuskan, dengan harapan dapat segera diimplementasikan.

“Kami berharap masyarakat semakin rajin membawa balita ke kelompok penimbangan ini, karena kami sudah berupaya mendekatkan layanan kesehatan bagi mereka,” tambah Yulianti.
(Tim Liputan. Is/Defri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *