Warga Sungai Kakap Pertanyakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang Dipotong 10% dari Rekening Listrik

Daerah88 Dilihat

SINARMETRO.COM | Kab Kubu Raya,— Warga di wilayah Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mempertanyakan kebijakan pemotongan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 10% yang diambil dari setiap pembayaran rekening listrik. Meskipun pajak tersebut dipotong secara rutin, hasil pantauan menunjukkan bahwa sepanjang Jalan Raya Kecamatan Sungai Kakap masih banyak yang tidak terpasang lampu jalan yang memadai.

Banyak warga merasa kebijakan tersebut tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. “Setiap bulan kita bayar rekening listrik dan ada potongan untuk pajak penerangan jalan(PPJ) .Tapi, kalau dilihat, jalan di sini masih gelap, lampu jalan tidak banyak yang terpasang atau berfungsi,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi penerangan jalan di wilayah tersebut. “Pajak sudah dipungut, seharusnya ada hasil yang nyata.

Kami kata warga berharap pemerintah segera bertindak, karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan kami sebagai pengguna jalan,” tambahnya.

Kondisi penerangan jalan yang kurang memadai di Kecamatan Sungai Kakap tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan tindakan kriminal.

Baca Juga  Ratusan Karangan Bunga HUT TNI Banjiri Area Makodim Brebes

Oleh karena itu, warga mendesak pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa pajak yang dipungut benar-benar digunakan untuk tujuan yang telah ditetapkan. “Tegas warga.

Marhasan, Kepala Desa Pal 9, saat ditemui awak media di ruang kerjanya Selasa (25/6/2024), Dirinya mengatakan
, “Terima kasih, saya sebagai Kepala Desa Pal 9, memang untuk lampu yang ada khususnya jalan Poros Provinsi yang ada di Desa Pal 9 Kecamatan Sungai Kakap sampai saat ini belum terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua UKA Group Bersama Bupati Sukabumi Meresmikan Pontren Modern KMI

“Artinya,kata marhasan dari batas kota itu hanya beberapa kilometer kurang lebih dua kilometer jauh dari harapan kami. Lampu penerangan khususnya jalan yang ada, maka harapan kami ke depannya mudah-mudahan pihak terkait bisa membantu kami. Karena untuk penerangan jalan terutama untuk keamanan lalu lintas dan juga untuk keamanan bagi warga. Maklumlah,jika nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Warga Kecamatan Sungai Kakap berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki penerangan jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(Tim.Liputan.Is/Defri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *